Kesehatan
mental seringkali luput dari perhatian kita, Padahal kondisi mental yang sehat
adalah salah satu kunci menjaga kesehatan tubuh supaya terhindar dari berbagai penyakit.
Tapi, apakah kamu sudah memahami betul apa itu kesehatan mental? Mari kita
kenali apa itu kesehatan mental lebih jauh lagi, simak ulasan berikut untuk
lebih mengetahui detil apa itu kesehatan mental dan serba-serbi tentang
kesehatan mental yang perlu kamu tahu.
Secara definisi, mental adalah sesuatu atau hal yang berkaitan dengan batin dan sifat dari manusia. Dalam kata lain, kesehatan mental adalah sebuah kondisi dimana batin dan juga sifat manusia yang mengatur rasa tentram dan rasa tenang sehingga manusia dapat menjalankan aktifitas dan menikmati aktifitas yang dijalani sehari-hari.
Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi dalam kehidupan seseorang, peristiwa yang bisa meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian juga perilaku seseorang. Rangkaian peristiwa tersebut dapat berupa pelecehan anak, kekerasan dalam rumah tangga, perlakuan yang tidak baik atau stress berat dalam jangka yang panjang.
Kalau kesehatan mental terganggu, maka kemungkinan besar bisa menimbulkan gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara pandang seseorang, cara seseorang menangani stress, mempengaruhi cara berhubungan dengan orang lain, menentukan pilihan dan juga dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.
Beberapa jenis dari gangguan mental yang sering ditemukan seperti depresi, kecemasan, ganggguan bipolar, gangguan stress pasca trauma (PTSD), psikosis, gangguan obesif kompulsif dan masih banyak lagi. Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu seperti postpartum yang hanya menyerang ibu pasca melahirkan.
Untuk lebih memahami lebih dalam, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan kalau kesehatan mental mencakup kesejahteraan emosional, sosial manusa dan juga psikologis. Hal-hal tersebut yang membantu manusia untuk merasa, berpikir dan juga bertindak serta menghadapi stress.
Meski demikian, CDC menegaskan kalau kesehatan mental yang buruk dan gangguan mental (mental illness) bukanlah hal yang sama. Seseorang bisa mengalami kondisi mental yang buruk, tetapi belum tentu bisa di diagnosis secara langsung dengan jenis gangguan mental tertentu. Tapi sebaliknya, orang yang didiagnosis memiliki mental illness pun bisa mengalami periode fisik, mental dan sosial yang baik.
Apa
saja yang bisa mempengaruhi kesehatan mental?
Kesehatan mental seseorang dapat berubah-ubah seiring berjalan nya waktu. Hal ini disebabkan dari banyak sekali faktor yang bisa di alami seseorang selama menjalani kehidupan.
Pada umumnya, perubahan mental ini terjadi ketika kamu dihadapkan dengan tuntutan atau beban yang melebihi apa yang kamu mampu. Contohnya, sering bekerja lembur atau berjam-jam sampai tidak sempat untuk istirahat, merawat keluarga yang sakit atau ada masalah keuangan seperti terlilit hutang.
Pada kondisi ini, mental kamu bisa saja memburuk dan menjadi rentan untuk stress.
Tapi, bukan hanya itu, hal-hal lainnya pun bisa menyebabkan mental kamu terganggu. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa saja mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
- Riwayat
keluarga yang mempunyai masalah dengan gangguan mental.
- Gaya hidup
yang buruk seperti pola makan yang buruk, mengkonsumsi alkohol secara
berlebihan, menggunakan narkoba atau aktifitas fisik yang kurang.
- Pernah melalui
pengalaman hidup yang pahit seperti trauma, pelecehan atau kekerasan.
- Faktor
Biologis seperti bawaan genetik.
Walaupun bisa berubah menjadi semakin buruk, kamu bisa memperbaiki kondisi mental kamu dengan cara seperti melakukan teknik relaksasi, meditasi atau mungkin membutuhkan untuk menjalani terapi juga dengan pengobatan tertentu yang sesuai, terutama jika kamu mengidap mental illness.
Gejala kesehatan mental
Penyakit mental atau gangguan mental bisa dikenali karena pada umumnya diawali dengan beberapa gejala berikut:
- Energi yang
menurun, rasa lelah yang signifikan atau mengalami masalah tidur
- Putus asa,
tanpa harapan, tidak berdaya, merasa tidak berarti atau merasa sedih
berlebihan
- Kehilangan
kemampuan untuk berkonsentrasi
- Perasaan
bersalah yang selalu menghantui, kekhawatiran, ketakutan.
- Marah
berlebihan dan rentan melakukan kekerasan
- Memiliki
kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
- Mengalami
nyeri yang tidak bisa dijelaskan
- Perubahan
suasana hati yang drastis, bisa menyebabkan masalah dalam hubungan dengan
orang lain.
- Sering merasa
bingung, marah, tersinggung dan pelupa.
- Tidak mampu
memahami situasi dan orang-orang.
Bagaimana
cara menjaga kesehatan mental?
Seperti apa yang dijelaskan sebelumnya, menjaga mental yang sehat itu adalah sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan oleh siapapun. Dengan menjaga kesehatan mental, kamu bisa menjalani dan menikmati kehidupanmu sehari-hari dan terhindar dari berbagai penyakit.
Untuk mendapatkan manfaat tersebut, kamu bisa mempraktikkan cara-cara menjaga kesehatan mental sebagai berikut:
- Lakukan aktifitas yang kamu sukai, sesuatu yang menyenangkan dan tentunya menyehatkan.
- Berpikir positif, karena pikiran negatif bisa mempengaruhi mental kamu.
- Dapatkan vitamin D dari sinar matahari. Vitamin D sangat baik untuk kesehatan mental karena membantu otak untuk meningkatkan mood.
- Bersyukur dan menerima semua hal yang sudah kamu miliki.
- Meminta bantuan dari keluarga dan kerabat, jangan sungkan untuk meminta bantuan jika memang kamu merasa kesulitan ketika melakukan sesuatu.
- Terapkan pola makan sehat untuk menjaga fungsi otak dan organ lain nya tetap dalam keadaan yang baik, karena tubuh yang baik untuk menjaga mental yang baik.
- Curhat atau berbicara mengenai perasaan kamu kepada orang yang dipercaya dapat membantu kamu dan membuatkamu merasa didukung dan tidak sendirian.
- Tetap aktif untuk berolahraga untuk meningkatkan suasana hati kamu.
- Hindari alkohol, narkoba dan merokok yang bisa mempengaruhi mental dan bisa merusak organ tubuh kamu.
Cara-cara diatas pelu kamu lakukan secara berkelanjutan sehingga kamu mendapatkan manfaat nya dengan optimal. Namun, kalau kamu merasa tanda-tanda gangguan mental seperti merasa putus asa, perubahan suasana hati yang tiba-tiba atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan orang lain, sebaiknya lekas untuk berkonsultasi dengan ahli nya seperti psikiater atau psikolog.
Kapan
harus ke dokter, psikiater atau psikolog?
Kalau dirasa diri sendiri atau keluarga yang menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutkan diatas dan secara terus meneurt tidak membaik, sebaiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jiwa untuk psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih sesuai.
Seorang profesional bisa membantu untuk mengatasi masalah mental yang kamu alami, sehingga kamu dapat kembali beraktifitas dengan normal.





