Ada banyak sekali fungsi
dan manfaat protein bagi tubuh, mulai dari menjadi sumber energi, membentu
berbagai enzim dan juga hormon hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Oleh
karena itu, sangat penting untuk memastikan kebutuhan protein harian tercukup
dengan baik.
Seperti karbohidrat dan
lemak, protein juga merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
dalam jumlah yang besar. Ketika kamu mengkonsumsi makanan yang mengandung
tinggi protein, sistem pencernaan akan memecah protein menjadi asam amino yang
dibutuhkan hampir di semua bagian tubuh.
Yang mana sebagian asam
amino dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, tapi sebagian lain nya hanya bisa
diperoleh dari makanan. Maka dari itu, tubuh memerlukan tambahan protein dari
makanan yang kamu konsumsi supaya fungsi protein dalam tubuh dapat bekerja
secara optimal.
Jenis Protein
Setiap jenis protein
memiliki fungsi masing-masing yang berguna untuk tubuh. Lalu, apa saja jenis
protein yang penting untuk tubuh yang perlu kamu ketahui, sebagai berikut:
1. Protein Enzim
Pendapat dari ahli di NIH, enzim melakukan
hampir semua dari ribuan reaksi yang terjadi di dalam sel tubuh. Mereka
membantu pembentukan molekul baru dengan membaca informasi pada genetik yang
disimpah di dalam DNA.
Fungsi protein enzim juga bertugas sebagai
pembentuk enzim, yaitu zat yang mempunyai peran untuk mendukung terjadinya
reaksi kimia dalam tubuh. Misalnya, enzim yang dihasilkan untuk merubah
protein, karbohidrat dan juga lemak ke dalam bentuk yang lebih sederhana
sehingga mudah untuk diserap oleh tubuh.
2. Protein Hormon
Hormon protein bertugas untuk mengatur
tindakan juga fungsi hormon dalam tubuh. Hormon adalah sekresi yang mempunyai
peran sebagai "pembawa pesan" kimia dalam tubuh melalu darah.
Setiap hormon dapat mempengaruhi tiap satu
sel tertentu untuk mengatur proses metabolisme dalam tubuh. Misalnya, organ
pankreas yang menghasilkan hormon insulin untuk mengatur kadar gula dalam
darah.
3. Protein Antibodi
Fungsi antibodi seringkali disebut dengan
protein defensif. Fungsi protein yang satu ini adalah mengikat partikel-partikel
asing tertentu seperti bakteri dan virus untuk membantu melindungi tubuh.
Protein ini berintdak sebagai komponen pembentuk antibodi dalam tubuh.
Misalnya trombin dan fibrinogen yang
merupakan antibodi dan berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah,
membantu mencegah kehilangan darah setelah terjadi kecelakaan atau cidera,
serta dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
4. Protein Struktural
Fungsi dari protein struktural adalah untuk
mempertahankan struktur dan membangun konstruksi tubuh pada tingkat sel.
Protein ini memberikan struktur dan dukungan untuk sel dalam tubuh.
Misalnya protein kolagen yang menjadi
komponen utama tendon, kulit dan tulang rawan. Protein keratin juga berfungsi
untuk membantu dalam pembentukan struktur kulit, rambut, kuku dan gigi. Dalam
skala dan cakupan yang lebih besar, protein struktural ini juga memungkinkan
tubuh untuk bergerak.
5. Protein Pengikat
Protein jenis ini berfungsi untuk menyimpan
asam amino dan non-logam yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein ini juga dapat
bertindak sebagai cadangan makanan yang memberikan energi pada tubuh jika
dibutuhkan. Misalnya, protein ferritin yang menyimpan dan mengatur kontrol kadar
zat besi yang ada dalam tubuh.
6. Protein Transport
Jenis protein yang satu ini berfungsi untuk
mengikat dan membawa atom juga molekul kecil di dalam sel dan ke seluruh tubuh.
Misalnya hemoglobin yang berfungsi untuk mengikat oksigen lalu mengantarkannya
ke jaringan tubuh yang membutuhkan.
7. Protein Penggerak
Fungsi dari protein jenis ini adalah sebagai
penggerak otot yang ada di dalam tubuh, seperti untuk mengatur kekuatan dan
kecepatan pada jantung untuk bergerak dan otot ketika berkontraksi.
Protein jenis ini terlibat dalam transportasi
nutrisi dalam sel, pembelahan sel, menyusun genetik dan juga koordinasi otot.
Misalnya, miosin dan aktin untuk menghasilkan kontraksi dan relaksasi seperti
menekuk dan meluruskan lutut kaki.
Apa Fungsi Protein
Protein merupakan nutrisi
dengan fungsi utama untuk memperbaiki jaringan sel sehingga bisa bekerja dengan
baik. Zat gizi ini ditemukan di seluruh bagian tubuh termauk tulang, otot,
kulit dan rambut. Bisa dibilang, sekitar 20% tubuh manusia terbentuk dari
protein.
Salah satu fungsi protein
yang paling penting adalah untuk memproduksi enzim dan hormon untuk membantu
menjaga fungsi sel dan organ tubuh.
Enzim bekerja dengan
menggerakan reaksi kimia dan hemoglobin yang mana membawa oksigen ke dalam
darah, sedangkan hormon yang menjaga tubuh selalu sehat dan tidak mudah sakit.
Selain itu, protein juga
mempunyai fungsi untuk membangun sel dan jaringan yang ada di dalam tubuh,
meningkatkan sistem imun serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusal.
Protein terdiri dari bahan
pembangun yang disebut dengan asam amino. Ada sekitar 20 jenis asam amino, yang
9 diantaranya adalah termasuk esensial, sedangkan untuk 11 sisanya termasuk
kedalam non-esensial. Asam amino bisa dihasilkan oleh tubuh walaupun tanpa
adanya asupan makanan.
Sayangnya, asam amino yang
dihasilkan tubuh merupakan jenis yang termasuk kedalam non-esensial, sehingga
kamu harus mengambil dari sumber lain untuk mendapatkan asupan asam amino
esensial.
Sembilan asam amino
esensial terdiri dari:
- Fenilalanin
- Valin
- Treonin
- Triptofan
- Metionin
- Leusin
- Lisin
- Histidin
- Isoleusin
Semua jenis tersebut bisa
kamu dapatkan dari konsumsi makanan yang mengandung protein hewani maupun
protein nabati.
Kebutuhan asupan protein
harian pada setiap orang tentunya akan berbeda-beda tergantung kondisi
kesehatan, usia, jenis kelamin dan juga faktor lain nya. Biasanya, kecukupan
zat protein bagi perempuan yaitu 56-69 gram per-hari, sementara untuk kecukupan
zat protein bagi laki-laki membutuhkan 62-66 gram per-hari
Berikut ini adalah berbagai
manfaat dan juga fungsi protein bagi tubuh, seperti:
1. Sumber
Energi
Fungsi protein yang pertama adalah sebagai
salah satu sumber energi yang diperlukan oleh tubuh selain karbohidrat dan
lemak. Serupa dengan karbohidrat, protein mengandung 4 kalo per-gramnya,
sedangkan lemak mengandung energi lebih banyak yaitu 9kalori per-gram.
Sewaktu kamu beraktifitas, tubuh kamu akan
menggunakan energi yang asalnya dari karbohidrat dan lembak terlebih dahulu.
Sementara itu, energi yang berasal dari protein akan disimpan sebagai cadangan
dan akan digunakan saat tubuh benar-benar membutuhkan energi, misalnya ketika
kamu sedang berpuasa hingga berjam-jam tanpa asupan makanan.
Jika tubuh kekurangan protein dalam jangka
yang panjang, dapat menimbulkan penyakit seperti kwashiorkor juga malnutrisi
energi protein di kemudian hari.
2. Membentuk
Antibodi
Fungsi protein selanjutnya adalah untuk
membantu tubuh membentuk antibodi. Antibodi punya peran yang penting untuk
melawan infeksi virus atau bakteri. Selain itu, antibodi juga dapat melindungi
tubuh dan membuat tubuh menjadi lebih kuat dari berbagai serangan bakteri atau
virus yang sama di kemudian hari.
3. Memperbaiki Jaringan Tubuh
Protein adalah salah satu "pondasi"
yang berperan besar untuk menyusun hampir semua bagian tubuh, misalnya kulit,
rambut, otot, tulang dan paru-paru. Bukan Cuma itu, protein juga bertanggung
jawab untuk memelihara, menjaga dan juga mengganti jaringan tubuh yang rusak.
Dalam kondisi normal, jumlah protein yang
dibutuhkan dan digunakan untuk membangun juga memperbaiki jaringan tubuh akan
sama disetiap harinya.
Tapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan
tubuh membutuhkan lebih banyak protein dari biasanya, yaitu ketika ada
pertumbungan jaringan baru atau ketika pemecahan protein yang terjadi lebih
banyak, misalnya terjadi pada orang yang sedang sakit, ibu hamil dan ibu
menyusui.
4. Mengirim
Sinyal ke Tubuh
Selain enzim, protein juga dapat berbentuk
hormon. Hormon yang bertugas untuk mengirimkan sinyal dan mengatur proses
biologis antara jaringan, sel dan organ. Contohnya adalah hormon insulin yang
mengirimkan sinyal dan mengatur proses masuk gula yang masuk kedalam sel tubuh.
Selain fungsi-fungsi tersebut, masih banyak
fungsi-fungsi lain dari protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti
menyeimbangkan pH dan jumlah cairan dalam darah. Protein juga bisa menjadi alat
transportasi bagi senyawa-senyawa kimia untuk melewati aliran darah serta masuk
atau keluar dari sel tubuh.
5. Memicu
Reaksi Biokimia
Enzim merupakan jenis protein yang ditemukan
dalam sel. Enzim bertanggung jawab terhadap banyak sekali reaksi biokimia yang
terjadi di dalam tubuh, misalnya pembekuan darah, kontraksi pada otot dan
mencerna makanan.
Dari Makanan Apa Protein Bisa Didapatkan?
Protein bisa dibagi menjadi
dua jenis yaitu protein hewani dan protein nabati. Berikut adalah artikel yang
membahas detil makanan yang berasal dari protein hewani dan protein nabati.
[Baca juga: 15 Makanan yang Mengandung Protein Tinggi]
Cara Memaksimalkan Fungsi
Protein
Supaya fungsi protein bisa
berjalan dengan baik, asupan protein pun harus tercukupi. Kebutuhan akan
protein pada umumnya adalah 0,8gram/KgBB/hari. Sebagai contoh, jika berat badan
(BB) kamu adalah 50 kg, kamu membutuhkan sekitar 40 gram protein per-hari.
Namun, kebutuhan akan
protein pada setiap orang pastinya berbeda-beda. Tergentung dari jenis kelamin,
usia dan juga kondisi fisik. Untuk menyederhanakan, kamu bisa mengikuti acuan
asupan protein yang sesuai berdasarkan usia sebagai berikut:
Balita: 10 gram per-hari
Anak usia sekolah (6-12
tahun): 20-35 gram per-hari
Remaja pria: 55 gram
per-hari
Remaja wanita: 50 gram
per-hari
Pria dewasa: 60 gram
per-hari
Wanita dewasa: 50 gram
per-hari
Wanita hamil atau menyusui:
70 gram per-hari
Sumber Protein yang Disarankan
Untuk mendapatkan asupan
protein harian yang cukup, direkomendasikan untuk mengkonsumsi makanan tinggi
protein, baik dari sumber hewani ataupun nabati.
Protein hewani bisa
didapatkan dari telur, daging ayam tanpa lemak dan saging sapi tanpa lemak.
Sementara itu, sumber protein nabati bisa didapatkan dari kacang polong,
kedelai sampai produk olahan susu seperti yoghurt dan keju.
Penting untuk memastikan
kebutuhan protein harian terpenuhi agar fungsi tubuh dapat berjalan dan
berfungsi dengan baik secara keseluruhan. Akan tetapi, konsumsi protein dalam
jumlah yang berlebihan juga sangat tidak disarankan karena bisa menimbulkan
efek samping.
[Baca juga: Manfaat Air Putih]
Jika kamu memiliki kesulitan untuk memenuhi kebutuhan protein harian atau mendapatkan beberapa fungsi protein yang sudah dijabarkan sebelumnya, misalnya seperti memiliki riwayat alergi terhadap beberapa makanan yang mengandung protein, sebaik nya segera untuk konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan metode dan cara penganganan yang sesuai dengan kondisi kamu.

